Burnout pada Perawat ICU dan Strategi Resilience Training Berbasis Mindfulness

Penulis

  • Maya Anggraini Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Rizki Firmansyah Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Lukman Hakim Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Perawat ICU memiliki tingkat burnout tertinggi (>60%) yang berdampak pada kualitas asuhan dan retensi staf. Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) terbukti efektif di luar negeri namun belum diuji di konteks RS Indonesia. Tujuan: menguji efektivitas MBSR-modifikasi (8 minggu) terhadap burnout dan resilience perawat ICU. Metode: Quasi-experimental pre-post dengan kontrol pada 60 perawat ICU (30 intervensi, 30 kontrol) di 3 RS tipe A Jakarta. Intervensi: MBSR 8 minggu × 90 menit/sesi (body scan, mindful breathing, walking meditation, loving-kindness). Instrumen: Maslach Burnout Inventory (MBI) dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC-25). Analisis paired t-test dan ANCOVA. Hasil: Burnout (emotional exhaustion) turun dari 32,1 jadi 22,4 di grup intervensi (p<0,001) vs tidak berubah di kontrol. Resilience naik dari 64,2 jadi 78,9 (p<0,001). Depersonalization turun 35%, personal accomplishment naik 28%. 87% peserta melaporkan tidur lebih baik. Kesimpulan: MBSR-modifikasi efektif menurunkan burnout dan meningkatkan resilience perawat ICU.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-26