Efektivitas Modern Wound Dressing dengan Honey-Based dan Hydrocolloid pada Luka Diabetik Stadium 2-3

Penulis

  • Diah Ratna Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Wahyu Aji Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Putri Maharani Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Luka kaki diabetik (DFU) menjadi penyebab utama amputasi non-traumatik di Indonesia. Modern wound dressing (MWD) terbukti lebih efektif dari konvensional. Tujuan: membandingkan efektivitas dressing berbasis madu (MGH) versus hydrocolloid pada penyembuhan DFU stadium 2-3. Metode: RCT 12 minggu pada 64 pasien DFU di Klinik Luka Diabetik RS Pelni Jakarta (32 madu, 32 hydrocolloid). Outcome primer: persentase pengurangan ukuran luka (Bates-Jensen Wound Assessment Tool). Outcome sekunder: bau, eksudat, granulasi, dan kepuasan pasien. Analisis Mann-Whitney dan chi-square. Hasil: Pengurangan ukuran luka minggu ke-12: madu 78,3% vs hydrocolloid 64,1% (p=0,018). Bau luka berkurang lebih cepat pada grup madu (minggu 2 vs minggu 4, p=0,003). Granulasi muncul rata-rata hari ke-9 (madu) vs hari ke-14 (hydrocolloid). Kepuasan pasien grup madu 92% vs 78%. Kesimpulan: Madu lebih efektif untuk DFU stadium 2-3 dibanding hydrocolloid dalam 12 minggu.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-26