Implementasi Telenursing Pasca-Pandemi: Adopsi, Hambatan dan Efektivitas pada Pasien Penyakit Kronis di Jakarta
Abstrak
Latar belakang: Pandemi COVID-19 mengakselerasi adopsi telenursing di Indonesia, namun keberlanjutannya pasca-pandemi belum jelas. Tujuan: menganalisis tingkat adopsi, hambatan, dan efektivitas telenursing pada pasien penyakit kronis pasca-pandemi. Metode: Mixed-method sequential explanatory pada 240 pasien hipertensi/DM dan 60 perawat komunitas di 12 Puskesmas Jakarta selama 12 bulan. Kuantitatif menggunakan kuesioner Technology Acceptance Model (TAM) dan outcome klinis (TD, HbA1c, adherence). Kualitatif: FGD perawat dan wawancara mendalam pasien. Analisis paired t-test, regresi linear, dan thematic analysis. Hasil: Adopsi telenursing 78%. Hambatan utama: literasi digital pasien lansia (62%), koneksi internet tidak stabil (54%), kurangnya regulasi (48%). Outcome klinis: TD turun 12,4 mmHg (p<0,001), HbA1c turun 0,8% (p=0,002), medication adherence naik 31%. Tema kualitatif: kemudahan akses, penghematan biaya transportasi, kekhawatiran privasi data. Kesimpulan: Telenursing efektif untuk manajemen penyakit kronis, perlu penguatan literasi digital dan regulasi data.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2031 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.