Pengaruh Edukasi Berbasis Komunitas terhadap Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA Remaja di Sekolah Menengah

Penulis

  • Hari Pamungkas Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Eka Salsabila Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Dewi Marlina Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Prevalensi penyalahgunaan NAPZA remaja Indonesia 1,8% (BNN 2024), meningkat tiap tahun. Edukasi pencegahan di sekolah menengah merupakan strategi prioritas. Tujuan: menganalisis pengaruh edukasi pencegahan NAPZA berbasis komunitas terhadap pengetahuan dan sikap remaja. Metode: Quasi-experimental dengan kontrol pada 240 siswa SMA kelas X-XI di 4 sekolah Tanjung Priok (120 intervensi, 120 kontrol). Intervensi: 6 sesi edukasi 90 menit/sesi dengan metode mix (ceramah + diskusi + video kasus + role-play + konseling sebaya) selama 6 minggu. Kontrol: edukasi standar BNN 1 sesi 2 jam. Outcome: pengetahuan (kuesioner tervalidasi 25 item) dan sikap (Adolescent Drug Attitudes Scale). Hasil: Skor pengetahuan intervensi naik dari 14,8 ke 22,4 (p<0,001) vs kontrol 14,6 ke 17,2. Sikap anti-NAPZA: 88% intervensi vs 64% kontrol. 92% siswa intervensi mampu mengidentifikasi situasi berisiko. Konseling sebaya berkontribusi terbesar (effect size d=1,2). Kesimpulan: Edukasi pencegahan NAPZA 6 sesi multi-method lebih efektif dibanding edukasi standar 1 sesi.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-24