Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pasien dengan Long COVID Syndrome di Klinik Rehabilitasi Pasca COVID

Penulis

  • Aldi Wijaya Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Sari Permatasari Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Mira Cahyani Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Long COVID (Post-Acute COVID-19 Syndrome) mempengaruhi 10-30% penyintas COVID-19 dengan gejala persisten >12 minggu: fatigue, brain fog, dyspnea, palpitasi, dan post-exertional malaise. Asuhan keperawatan rehabilitatif belum standar. Tujuan: mendeskripsikan asuhan keperawatan pasien Long COVID di klinik rehabilitasi. Metode: Studi kasus pada Ny. R, 42 tahun, 8 bulan pasca COVID-19 sedang dengan keluhan fatigue persisten (Chalder Fatigue Scale 28/33), brain fog (MoCA 23/30), dispnea saat aktivitas ringan, dan palpitasi. Asuhan 12 minggu di Klinik Rehabilitasi Long COVID RSCM. NANDA-I 2024 + WHO Long COVID Care Pathway. Hasil: Enam diagnosa: (1) Intoleransi aktivitas, (2) Pola napas tidak efektif, (3) Gangguan kognitif (brain fog), (4) Kecemasan kronik, (5) Risiko ketidakefektifan koping, (6) Defisit pengetahuan tentang Long COVID. Intervensi: pacing strategy (aktivitas terjadwal), breathing exercises (pursed lip + diaphragmatic), cognitive training, CBT untuk kecemasan, edukasi keluarga, dan kolaborasi dokter rehabilitasi medik. Evaluasi 12 minggu: Chalder Fatigue Scale turun 28โ†’14, MoCA 23โ†’27, dyspnea mMRC 3โ†’1, kembali bekerja 6 jam/hari (sebelumnya bedrest). Kesimpulan: Asuhan keperawatan terstruktur 12 minggu efektif untuk Long COVID dengan pendekatan multi-modal.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-24