Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pasien Sepsis dengan Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) di ICU

Penulis

  • Catur Pratama Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Diana Wahyuningsih Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Yusuf Permana Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Sepsis dengan Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) memiliki mortalitas 45-60%. Asuhan keperawatan ICU yang akurat dengan monitoring multi-organ menentukan luaran. Tujuan: mendeskripsikan asuhan keperawatan pasien sepsis dengan DIC di ICU. Metode: Studi kasus pada Ny. T, 54 tahun, sepsis berat akibat pneumonia komunitas dengan DIC (D-dimer 8.500 ng/mL, fibrinogen 110 mg/dL, trombosit 38.000). Dirawat 21 hari di ICU Medis RSCM. Mengikuti Surviving Sepsis Campaign 2021 bundle. NANDA-I 2024. Hasil: Delapan diagnosa utama: (1) Ketidakefektifan perfusi jaringan multi-organ, (2) Risiko perdarahan, (3) Risiko cedera ginjal (AKI sekunder), (4) Pola napas tidak efektif, (5) Hipertermia, (6) Risiko infeksi nosokomial (CVC, ventilator), (7) Ansietas keluarga, (8) Hambatan mobilitas. Intervensi: protokol SOSD (Source control, Oxygenation, Sepsis bundle, Diuresis monitoring), antibiotik broad-spectrum dalam 1 jam, fluid resuscitation 30 mL/kgBB, transfusi FFP + cryoprecipitate, monitoring koagulopati Q6H, ventilasi mekanik lung-protective, dan family meeting. Evaluasi hari 21: hemodinamik stabil tanpa vasopressor, koagulopati membaik (D-dimer 1.200, trombosit 168.000), ekstubasi hari ke-12, transfer ke ruang biasa hari ke-18, pulang dengan rehabilitasi paru. Kesimpulan: Asuhan ICU komprehensif berbasis SSC 2021 bundle dengan monitoring koagulopati intensif menyelamatkan pasien sepsis-DIC kompleks.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-24