Pengaruh Aplikasi Wearable Smartwatch untuk Monitoring Aritmia Jantung pada Pasien Pasca Infark Miokard
Abstrak
Latar belakang: Pasien pasca infark miokard berisiko tinggi mengalami aritmia maligna dalam 6 bulan pertama. Monitoring konvensional via kunjungan klinik tidak optimal mendeteksi aritmia paroksismal. Wearable smartwatch dengan single-lead ECG (Apple Watch, Fitbit Sense) dapat memberikan continuous monitoring di rumah. Tujuan: menganalisis pengaruh penggunaan smartwatch untuk monitoring aritmia pasca infark miokard. Metode: Quasi-experimental dengan kontrol pada 48 pasien pasca STEMI/NSTEMI (24 intervensi, 24 kontrol) di Poli Jantung RS Harapan Kita. Intervensi: monitoring 12 minggu dengan Apple Watch Series 9 (single-lead ECG + irregular heart rhythm notification) terhubung aplikasi perawat. Kontrol: standar care (Holter 24 jam pre-discharge + kontrol 4 minggu). Outcome: deteksi aritmia, time-to-detection, dan emergency visit. Analisis Chi-square dan survival analysis. Hasil: Aritmia terdeteksi pada 14 pasien (58%) kelompok intervensi vs 6 pasien (25%) kontrol (p<0,001). Time-to-detection rata-rata 3,2 hari (intervensi) vs 28,4 hari (kontrol). 9 dari 14 aritmia di kelompok intervensi adalah paroksismal (terlewat oleh Holter konvensional). Emergency visit ICU turun 67% di kelompok intervensi. Kesimpulan: Wearable smartwatch efektif mendeteksi aritmia paroksismal pasca infark miokard dan dapat diintegrasikan dalam care pathway pasca discharge.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2031 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.