Pengaruh Aplikasi Wearable Smartwatch untuk Monitoring Aritmia Jantung pada Pasien Pasca Infark Miokard

Penulis

  • Adityo Pratama Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Sasmita Wahyuni Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Bagus Wibawa Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Pasien pasca infark miokard berisiko tinggi mengalami aritmia maligna dalam 6 bulan pertama. Monitoring konvensional via kunjungan klinik tidak optimal mendeteksi aritmia paroksismal. Wearable smartwatch dengan single-lead ECG (Apple Watch, Fitbit Sense) dapat memberikan continuous monitoring di rumah. Tujuan: menganalisis pengaruh penggunaan smartwatch untuk monitoring aritmia pasca infark miokard. Metode: Quasi-experimental dengan kontrol pada 48 pasien pasca STEMI/NSTEMI (24 intervensi, 24 kontrol) di Poli Jantung RS Harapan Kita. Intervensi: monitoring 12 minggu dengan Apple Watch Series 9 (single-lead ECG + irregular heart rhythm notification) terhubung aplikasi perawat. Kontrol: standar care (Holter 24 jam pre-discharge + kontrol 4 minggu). Outcome: deteksi aritmia, time-to-detection, dan emergency visit. Analisis Chi-square dan survival analysis. Hasil: Aritmia terdeteksi pada 14 pasien (58%) kelompok intervensi vs 6 pasien (25%) kontrol (p<0,001). Time-to-detection rata-rata 3,2 hari (intervensi) vs 28,4 hari (kontrol). 9 dari 14 aritmia di kelompok intervensi adalah paroksismal (terlewat oleh Holter konvensional). Emergency visit ICU turun 67% di kelompok intervensi. Kesimpulan: Wearable smartwatch efektif mendeteksi aritmia paroksismal pasca infark miokard dan dapat diintegrasikan dalam care pathway pasca discharge.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-24