Studi Kasus: Asuhan Keperawatan pada Anak Thalassemia Mayor dengan Transfusi Darah Rutin
Abstrak
Latar belakang: Thalassemia mayor adalah penyakit genetik darah yang memerlukan transfusi darah seumur hidup dan kelasi besi untuk mencegah komplikasi hemokromatosis. Indonesia memiliki 12.000+ pasien thalassemia mayor. Asuhan keperawatan jangka panjang sangat penting. Tujuan: mendeskripsikan asuhan keperawatan pada anak thalassemia mayor dengan transfusi rutin. Metode: Studi kasus pada An. F, 10 tahun, thalassemia beta mayor diagnosis sejak usia 18 bulan, menjalani transfusi PRC tiap 4 minggu di unit transfusi RS Cipto Mangunkusumo. Asuhan multi-sesi selama 3 bulan. NANDA-I 2024. Hasil: Lima diagnosa utama: (1) Ketidakefektifan perfusi jaringan b/d anemia kronis, (2) Risiko cedera akibat overload besi, (3) Hambatan tumbuh kembang, (4) Risiko ketidakefektifan koping keluarga, (5) Defisit pengetahuan tentang manajemen jangka panjang. Intervensi: pre-medikasi (paracetamol, antihistamin), monitoring transfusion reactions, edukasi terapi kelasi besi (Deferasirox), nutrisi rendah besi, monitoring tumbuh kembang, family support, dan koordinasi multidisiplin. Evaluasi: Hb stabil 9-10 g/dL, tidak ada reaksi transfusi, kepatuhan kelasi besi 95%, anak masuk sekolah reguler, keluarga koping adaptif. Kesimpulan: Asuhan keperawatan jangka panjang berbasis family-centered care memungkinkan kualitas hidup optimal anak thalassemia mayor.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2030 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.