Pengaruh Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap Intensitas Nyeri Kepala Migrain pada Mahasiswa
Abstrak
Latar belakang: Migrain mempengaruhi 15-20% mahasiswa dan berdampak pada absensi serta kinerja akademik. Progressive Muscle Relaxation (PMR) sebagai terapi non-farmakologi mengurangi ketegangan otot dan nyeri kepala melalui relaksasi sistematis. Tujuan: menganalisis pengaruh PMR terhadap intensitas nyeri kepala migrain mahasiswa. Metode: Quasi-experimental pre-post dengan kontrol pada 60 mahasiswa AKPER YUKI dengan migrain didiagnosis dokter (30 intervensi, 30 kontrol). Intervensi: PMR Jacobson 16 grup otot, 25 menit, 5x/minggu, selama 4 minggu. Kontrol: edukasi tertulis. Nyeri diukur dengan Numerical Rating Scale (NRS) dan Migraine Disability Assessment (MIDAS). Hasil: Skor NRS rata-rata serangan migrain kelompok intervensi menurun dari 7,4 ke 4,2 (p<0,001), kontrol dari 7,6 ke 6,8. Skor MIDAS turun dari 18,4 ke 9,2 di intervensi. Frekuensi serangan turun 48% di intervensi. Tidak ada efek samping. Kesimpulan: PMR 4 minggu efektif menurunkan intensitas dan frekuensi nyeri kepala migrain mahasiswa.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2030 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.