Pengaruh Terapi Tertawa (Laughter Therapy) terhadap Tingkat Depresi Lansia di Panti Werdha

Penulis

  • Rahma Aliyah Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Sutomo Hartadi Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Lely Permatasari Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Depresi lansia di panti werdha prevalensinya 42-58% akibat kehilangan, isolasi sosial, dan penyakit kronis. Terapi tertawa (laughter yoga) merupakan intervensi non-farmakologi yang menstimulasi pelepasan endorfin dan menurunkan kortisol. Tujuan: menganalisis pengaruh terapi tertawa terhadap tingkat depresi lansia di panti werdha. Metode: Quasi-experimental pre-post dengan kontrol pada 42 lansia (>60 tahun) dengan depresi ringan-sedang (Geriatric Depression Scale-GDS 15 skor 5-12) di Panti Werdha Tresna Werdha Budi Mulia Jakarta (21 intervensi, 21 kontrol). Intervensi: laughter yoga sesi 30 menit (warm-up, exercise, meditation), 3x/minggu, 6 minggu, dipimpin laughter yoga instructor tersertifikasi. Kontrol: aktivitas standar panti. GDS-15 dan kortisol saliva diukur pre-post. Analisis paired t-test. Hasil: Skor GDS-15 menurun signifikan kelompok intervensi dari 8,4 ke 4,2 (penurunan 4,2 poin, p<0,001), sedangkan kontrol dari 8,6 ke 7,8 (penurunan 0,8 poin, p=0,082). Kortisol saliva turun 38% di intervensi vs 4% kontrol. 91% lansia melaporkan suasana hati lebih baik dan kualitas tidur membaik. Tidak ada efek samping. Kesimpulan: Terapi tertawa 6 minggu efektif menurunkan depresi lansia di panti werdha dan layak diintegrasikan dalam program kesehatan rutin.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-22

Terbitan

Bagian

Artikel Penelitian