Studi Kasus: Asuhan Keperawatan pada Ibu Postpartum dengan Depresi Postpartum Sedang
Abstrak
Latar belakang: Depresi postpartum mempengaruhi 13-20% ibu di Indonesia, sering tidak terdeteksi, dan berdampak pada ikatan ibu-bayi serta perkembangan bayi. Asuhan keperawatan komprehensif berbasis screening EPDS sangat penting. Tujuan: mendeskripsikan asuhan keperawatan pada ibu postpartum dengan depresi sedang. Metode: Studi kasus pada Ny. P, 28 tahun, primipara 14 hari postpartum dengan skor Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) 16 (depresi sedang). Diasuh selama 21 hari via home visit (5 kunjungan) di Tanjung Priok. NANDA-I 2024 untuk diagnosa. Hasil: 5 diagnosa utama: (1) Depresi postpartum, (2) Risiko gangguan ikatan ibu-bayi, (3) Ketidakefektifan koping, (4) Hambatan menyusui, (5) Defisit dukungan sosial. Intervensi: konseling kognitif-perilaku 5 sesi, latihan mindfulness, edukasi parenting, breastfeeding support, family meeting (suami + ibu kandung), dan rujukan psikiater jika tidak membaik. Evaluasi 21 hari: EPDS turun dari 16 ke 7 (normal), bonding score meningkat, ASI eksklusif sukses, dukungan keluarga adekuat. Kesimpulan: Asuhan keperawatan psikososial komprehensif berbasis home visit efektif menangani depresi postpartum sedang dan menghindari rujukan psikiatri.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2030 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.