Pengaruh Terapi Bermain Lego terhadap Kecemasan Hospitalisasi Anak Usia Sekolah di Ruang Anak

Penulis

  • Cantika Rahayu Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Bayu Hartono Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Lina Pratiwi Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Anak usia sekolah (6-12 tahun) yang dirawat di rumah sakit mengalami kecemasan hospitalisasi 55-70% akibat kehilangan kontrol, pemisahan dari teman, dan prosedur invasif. Terapi bermain lego memberikan distraksi konstruktif sekaligus stimulasi kognitif yang sesuai dengan tahap perkembangan industry vs inferiority Erikson. Tujuan: menganalisis pengaruh terapi bermain lego terhadap kecemasan hospitalisasi anak usia sekolah. Metode: Quasi-experimental pre-post dengan kontrol pada 46 anak usia 6-12 tahun yang dirawat di Ruang Anak RS Atma Jaya (23 intervensi, 23 kontrol). Intervensi: bermain lego dengan tema pilihan (rumah sakit, robot, kota) 45 menit, 1x/hari selama 3 hari pertama hospitalisasi. Kontrol: aktivitas terstruktur biasa. Kecemasan diukur dengan Spence Children Anxiety Scale (SCAS) dan kortisol saliva. Hasil: Skor SCAS kelompok intervensi menurun dari rata-rata 42,8 ke 24,6 (penurunan 18,2 poin, p<0,001), sedangkan kontrol dari 41,6 ke 36,4 (penurunan 5,2 poin). Kortisol saliva turun 32% di intervensi vs 14% kontrol. 91% anak menyatakan senang dan ingin melanjutkan. Kesimpulan: Terapi bermain lego efektif menurunkan kecemasan hospitalisasi anak usia sekolah dan dapat diintegrasikan rutin di ruang anak.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-21