Pengaruh Edukasi Discharge Planning Berbasis Aplikasi Mobile terhadap Re-admisi Pasien Pasca Stroke
Abstrak
Latar belakang: Re-admisi 30 hari pasien pasca stroke di Indonesia mencapai 22% akibat kurangnya pemahaman pasien dan keluarga tentang perawatan di rumah. Aplikasi mobile yang berisi materi edukasi dan reminder diharapkan menurunkan angka re-admisi. Tujuan: menganalisis pengaruh aplikasi mobile discharge planning terhadap re-admisi pasien pasca stroke. Metode: Quasi-experimental dengan kontrol pada 70 pasien pasca stroke iskemik di Unit Stroke RS Pelni (35 intervensi, 35 kontrol). Intervensi: aplikasi "StrokeCare" berisi video edukasi 8 modul + reminder medikasi + tanda warning + chat dengan perawat. Kontrol: brosur standar. Outcome: re-admisi 30 hari, adherence medikasi (MMAS-8), dan modified Rankin Scale (mRS). Hasil: Re-admisi intervensi 8,6% vs kontrol 25,7% (p=0,036, NNT=6). Adherence intervensi 88% vs kontrol 62% (p=0,005). mRS post 30 hari signifikan lebih baik (rata-rata 2,1 vs 2,8, p=0,012). Kesimpulan: Aplikasi mobile discharge planning efektif menurunkan re-admisi dan meningkatkan outcome pasca stroke.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2029 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.