Pengaruh Slow Deep Breathing Exercise terhadap Tekanan Darah dan Saturasi Oksigen Pasien PPOK
Abstrak
Latar belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) mempengaruhi 6% populasi Indonesia dan menyebabkan dispnea, hipertensi sekunder, serta hipoksemia. Slow Deep Breathing Exercise (SDBE) yang menggabungkan pursed lip breathing dan diaphragmatic breathing dilaporkan memperbaiki gas exchange dan menurunkan tekanan darah. Tujuan: menganalisis pengaruh SDBE terhadap TD dan SpO2 pasien PPOK stable. Metode: Quasi-experimental pre-post pada 36 pasien PPOK stable GOLD II-III di Poli Paru RSUP Persahabatan dengan purposive sampling. Intervensi: SDBE 10 menit (rasio inspirasi-ekspirasi 1:2 melalui pursed lip), 3x/hari, selama 4 minggu. Pengukuran TD dengan sphygmomanometer digital dan SpO2 dengan pulse oximeter pre dan post-intervensi. Analisis paired t-test. Hasil: TD sistolik menurun rata-rata 12,8 mmHg (dari 142,4 ke 129,6, p<0,001), diastolik 6,4 mmHg (p<0,001). SpO2 meningkat dari 92,4% ke 96,2% (p<0,001). Skor mMRC dispnea turun dari 2,8 ke 1,6. Kesimpulan: SDBE 4 minggu efektif menurunkan TD dan meningkatkan SpO2 pasien PPOK stable.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2030 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.