Hubungan Dukungan Sosial dengan Adherence ARV pada Pasien HIV/AIDS di Klinik VCT
Abstrak
Latar belakang: Kepatuhan ARV minimal 95% dibutuhkan untuk supresi virus dan mencegah resistensi. Dukungan sosial dipercaya menjadi faktor penting adherence. Stigma HIV di Indonesia masih menghambat dukungan. Tujuan: menganalisis hubungan dukungan sosial dengan adherence ARV pasien HIV/AIDS. Metode: Cross-sectional pada 92 pasien HIV/AIDS yang menerima ARV di Klinik VCT RSPI Sulianti Saroso. Variabel: dukungan sosial (Multidimensional Scale of Perceived Social Support-MSPSS) dan adherence (Morisky MMAS-8 + pill count). Analisis Spearman correlation. Hasil: 56,5% pasien adherence tinggi (>95%). Korelasi positif kuat MSPSS total dengan adherence (rho=0,582, p<0,001). Subscale family support paling kuat (rho=0,612), diikuti significant others (0,548) dan friends (0,386). Pasien dengan disclosure status ke keluarga adherence 78,4% vs tanpa 32,1%. Kesimpulan: Dukungan sosial terutama keluarga berhubungan kuat dengan adherence ARV. Family-centered approach perlu ditingkatkan dalam asuhan HIV.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2029 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.