Pengaruh Pemberian Madu Murni terhadap Penyembuhan Luka Diabetes Mellitus di Klinik Rawat Luka
Abstrak
Latar belakang: Luka diabetes mellitus (DM) sulit sembuh akibat neuropati, vaskulopati, dan infeksi. Madu murni memiliki efek antimikroba, antiinflamasi, dan stimulasi granulasi yang berpotensi mempercepat penyembuhan. Tujuan: menganalisis pengaruh aplikasi madu murni terhadap penyembuhan luka DM. Metode: Quasi-experimental dengan kontrol pada 36 pasien luka DM derajat 2-3 Wagner di Klinik Rawat Luka RS Pelni (18 intervensi madu, 18 kontrol hydrogel). Intervensi: aplikasi madu murni Manuka UMF 15+ setelah debridement, ganti balut 3x/minggu, selama 4 minggu. Outcome: skor BWAT (Bates-Jensen Wound Assessment Tool) dan area luka (planimetri). Hasil: Skor BWAT kelompok madu turun rata-rata 16,4 poin vs kontrol 9,8 poin (p<0,001). Area luka berkurang 62% di kelompok madu vs 38% kontrol (p=0,002). 8 luka (44%) granulasi penuh di kelompok madu pada minggu ke-4 vs 3 (17%) kontrol. Tidak ada infeksi rekuren. Kesimpulan: Madu murni Manuka efektif mempercepat penyembuhan luka DM dibanding hydrogel konvensional.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.