Hubungan Health Literacy dengan Self-Care Behavior Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis
Abstrak
Latar belakang: Pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisis membutuhkan self-care behavior tinggi (diet, cairan, obat, perawatan akses) untuk mengoptimalkan outcome. Health literacy yang adekuat adalah prerequisite untuk self-care yang baik. Tujuan: menganalisis hubungan health literacy dengan self-care behavior pasien GGK hemodialisis. Metode: Cross-sectional analitik pada 92 pasien GGK hemodialisis di Unit HD RS Cipto Mangunkusumo dengan consecutive sampling. Variabel: health literacy (Health Literacy Questionnaire-HLQ versi Indonesia) dan self-care behavior (Hemodialysis Self-Management Instrument-HDSMI). Analisis Pearson correlation dan multiple regression. Hasil: 28,3% pasien memiliki health literacy adekuat, 47,8% marginal, 23,9% inadekuat. Skor self-care behavior rata-rata 68,4 (rentang 24-96). Korelasi positif kuat health literacy dengan self-care (r=0,624, p<0,001). Setelah kontrol confounding (usia, pendidikan, lama HD), health literacy tetap prediktor signifikan (β=0,52, p<0,001). Kesimpulan: Health literacy berhubungan kuat dengan self-care behavior pasien GGK HD. Intervensi peningkatan health literacy direkomendasikan sebagai prioritas dalam asuhan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2028 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.