Hubungan Health Literacy dengan Self-Care Behavior Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis

Penulis

  • Yudi Hermawan Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Indra Saputri Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Lina Marliana Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisis membutuhkan self-care behavior tinggi (diet, cairan, obat, perawatan akses) untuk mengoptimalkan outcome. Health literacy yang adekuat adalah prerequisite untuk self-care yang baik. Tujuan: menganalisis hubungan health literacy dengan self-care behavior pasien GGK hemodialisis. Metode: Cross-sectional analitik pada 92 pasien GGK hemodialisis di Unit HD RS Cipto Mangunkusumo dengan consecutive sampling. Variabel: health literacy (Health Literacy Questionnaire-HLQ versi Indonesia) dan self-care behavior (Hemodialysis Self-Management Instrument-HDSMI). Analisis Pearson correlation dan multiple regression. Hasil: 28,3% pasien memiliki health literacy adekuat, 47,8% marginal, 23,9% inadekuat. Skor self-care behavior rata-rata 68,4 (rentang 24-96). Korelasi positif kuat health literacy dengan self-care (r=0,624, p<0,001). Setelah kontrol confounding (usia, pendidikan, lama HD), health literacy tetap prediktor signifikan (β=0,52, p<0,001). Kesimpulan: Health literacy berhubungan kuat dengan self-care behavior pasien GGK HD. Intervensi peningkatan health literacy direkomendasikan sebagai prioritas dalam asuhan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-17