Studi Kasus: Asuhan Keperawatan pada Pasien Tuberkulosis Paru dengan Multidrug Resistant (MDR-TB)

Penulis

  • Hidayat Maulana Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Sari Anggraini Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Bimo Prasetyo Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) adalah resistensi terhadap minimal isoniazid dan rifampisin, menuntut pengobatan 18-24 bulan dengan obat lini kedua. Asuhan keperawatan komprehensif sangat penting untuk keberhasilan terapi dan pencegahan transmisi. Tujuan: mendeskripsikan asuhan keperawatan pasien MDR-TB di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso. Metode: Studi kasus pada Ny. M, 38 tahun, MDR-TB yang dirawat 21 hari di ruang isolasi tekanan negatif. Pengkajian fisik, anamnesa, pemeriksaan penunjang (sputum BTA, kultur, GeneXpert), dan rekam medis. NANDA-I 2024 untuk diagnosa. Hasil: Lima diagnosa utama: (1) Ketidakefektifan bersihan jalan napas, (2) Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, (3) Risiko penularan infeksi, (4) Ansietas, (5) Defisit pengetahuan tentang pengobatan. Intervensi: terapi oksigen, fisioterapi dada, edukasi gizi tinggi protein, isolasi standar dengan APD lengkap, psikoedukasi, dan adherence support. Evaluasi 21 hari: BB naik 2,8 kg, sputum BTA konversi negatif minggu ke-3, ansietas menurun, pasien lulus edukasi dengan skor 90%. Kesimpulan: Asuhan keperawatan komprehensif memungkinkan konversi sputum cepat dan kepatuhan pengobatan optimal.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-17