Studi Kasus: Asuhan Keperawatan pada Pasien Tuberkulosis Paru dengan Multidrug Resistant (MDR-TB)
Abstrak
Latar belakang: Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) adalah resistensi terhadap minimal isoniazid dan rifampisin, menuntut pengobatan 18-24 bulan dengan obat lini kedua. Asuhan keperawatan komprehensif sangat penting untuk keberhasilan terapi dan pencegahan transmisi. Tujuan: mendeskripsikan asuhan keperawatan pasien MDR-TB di ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso. Metode: Studi kasus pada Ny. M, 38 tahun, MDR-TB yang dirawat 21 hari di ruang isolasi tekanan negatif. Pengkajian fisik, anamnesa, pemeriksaan penunjang (sputum BTA, kultur, GeneXpert), dan rekam medis. NANDA-I 2024 untuk diagnosa. Hasil: Lima diagnosa utama: (1) Ketidakefektifan bersihan jalan napas, (2) Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, (3) Risiko penularan infeksi, (4) Ansietas, (5) Defisit pengetahuan tentang pengobatan. Intervensi: terapi oksigen, fisioterapi dada, edukasi gizi tinggi protein, isolasi standar dengan APD lengkap, psikoedukasi, dan adherence support. Evaluasi 21 hari: BB naik 2,8 kg, sputum BTA konversi negatif minggu ke-3, ansietas menurun, pasien lulus edukasi dengan skor 90%. Kesimpulan: Asuhan keperawatan komprehensif memungkinkan konversi sputum cepat dan kepatuhan pengobatan optimal.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2028 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.