Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Jiwa pada Pasien Skizofrenia dengan Halusinasi Pendengaran
Abstrak
Latar belakang: Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat dengan prevalensi 0,3% di Indonesia dan halusinasi pendengaran merupakan gejala positif tersering (70%). Asuhan keperawatan jiwa yang tepat membantu pasien mengontrol halusinasi. Tujuan: mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Metode: Studi kasus pada Tn. S, 32 tahun, didiagnosis skizofrenia paranoid yang dirawat 21 hari di RSJ Dr. Soeharto Heerdjan. Pengumpulan data: pengkajian psikiatri, anamnesa, dan observasi. Diagnosa keperawatan menggunakan NANDA-I 2024. Hasil: Tiga diagnosa keperawatan utama: (1) Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, (2) Risiko perilaku kekerasan, (3) Isolasi sosial. Intervensi: SP 1-4 halusinasi (menghardik, bercakap-cakap, melakukan aktivitas, minum obat teratur), TAK stimulasi persepsi, dan psikoedukasi keluarga. Evaluasi: frekuensi halusinasi menurun dari 6-8x/hari ke 2-3x/hari, pasien mampu mengontrol halusinasi dengan 4 SP, kepatuhan obat 100%, mulai berinteraksi sosial. Kesimpulan: Penerapan strategi pelaksanaan (SP) halusinasi yang konsisten efektif membantu pasien skizofrenia mengontrol halusinasi pendengaran.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.