Studi Kasus: Asuhan Keperawatan pada Pasien Sindrom Koroner Akut dengan Komorbid Diabetes Melitus

Penulis

  • Reza Nugraha Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Hilda Susanti Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Adi Pranata Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Pasien sindrom koroner akut (SKA) dengan komorbid diabetes melitus (DM) memiliki risiko mortalitas lebih tinggi (1,8x) dan komplikasi lebih kompleks dibanding tanpa DM. Asuhan keperawatan yang komprehensif sangat penting untuk outcome optimal. Tujuan: mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien SKA dengan DM tipe 2 menggunakan pendekatan NANDA-NIC-NOC. Metode: Studi kasus pada Tn. R, 58 tahun, didiagnosis NSTEMI dengan DM tipe 2 (HbA1c 9,8%) yang dirawat 7 hari di ICCU RS Mitra. Pengumpulan data: pengkajian fisik, anamnesa, dan review rekam medis. Diagnosa keperawatan ditegakkan menggunakan NANDA-I 2024. Hasil: Empat diagnosa keperawatan utama: (1) Nyeri akut b/d iskemia miokard, (2) Ketidakefektifan perfusi jaringan kardiopulmonal b/d penurunan curah jantung, (3) Ansietas b/d ancaman pada status kesehatan, (4) Risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah. Intervensi: monitoring hemodinamik kontinu, manajemen nyeri farmakologis-non-farmakologis, edukasi DM, dan diet kombinasi DM-jantung. Evaluasi: nyeri turun dari 8/10 ke 2/10, GDS terkontrol 110-160 mg/dL, kecemasan menurun signifikan. Pasien pulang dengan kondisi stabil hari ke-7. Kesimpulan: Asuhan keperawatan pada SKA dengan DM membutuhkan integrasi manajemen kardiovaskular dan glikemik yang ketat.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-17