Hubungan Beban Kerja Perawat dengan Tingkat Burnout di Ruang Intensive Care Unit (ICU)
Abstrak
Latar belakang: Beban kerja perawat ICU yang tinggi merupakan faktor risiko utama burnout, yang berdampak pada kualitas asuhan, patient safety, dan turnover. Prevalensi burnout perawat ICU di Indonesia mencapai 47%. Pemahaman hubungan beban kerja-burnout penting untuk manajemen sumber daya manusia. Tujuan: menganalisis hubungan beban kerja dengan tingkat burnout perawat di ICU. Metode: Cross-sectional analitik pada 84 perawat ICU di 3 rumah sakit (RS Mitra, RSUD Koja, RS Pelni) dengan total sampling. Variabel: beban kerja (NASA Task Load Index, NASA-TLX) dan burnout (Maslach Burnout Inventory, MBI-22). Analisis Pearson correlation dan multiple regression. Hasil: Korelasi positif signifikan beban kerja dengan burnout (r=0,678, p<0,001). Burnout tinggi terdeteksi pada 52,4% perawat (emotional exhaustion), 38,1% (depersonalization), dan 31,0% (low personal accomplishment). Faktor prediktor: rasio perawat-pasien >1:2 (β=0,42), shift malam berturut-turut (β=0,28), tahun bekerja <3 tahun (β=0,21). Model multivariat menjelaskan 58,2% variansi burnout. Kesimpulan: Beban kerja berhubungan kuat dengan burnout perawat ICU. Intervensi manajemen meliputi optimalisasi rasio perawat-pasien, rotasi shift, dan program well-being staf direkomendasikan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2028 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.