Manajemen Nyeri Non-Farmakologis dengan Teknik Distraksi pada Pasien Anak Pasca Tonsilektomi

Penulis

  • Rini Sutarjo Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Faisal Hidayat Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Dewi Anggraini Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Nyeri pasca tonsilektomi pada anak dapat menimbulkan trauma psikologis dan menghambat pemulihan. Pendekatan non-farmakologis seperti teknik distraksi (audio-visual) terbukti efektif untuk menurunkan persepsi nyeri pada anak. Tujuan: menganalisis efektivitas teknik distraksi dengan video animasi terhadap intensitas nyeri pasien anak pasca tonsilektomi. Metode: Quasi-experimental dengan kontrol pada 40 anak usia 5-12 tahun pasca tonsilektomi di RS Mitra (20 intervensi, 20 kontrol). Intervensi: pemutaran video animasi pilihan anak selama 20 menit, 2-4 jam pasca operasi. Kontrol: perawatan standar. Nyeri diukur dengan Wong-Baker Faces Pain Rating Scale pre dan post-intervensi. Analisis Mann-Whitney U test. Hasil: Skor nyeri post-intervensi kelompok intervensi rata-rata 2,4 (sedang) vs kelompok kontrol 5,8 (cukup berat) (p<0,001, effect size r=0,72). Tidak ada efek samping. Anak melaporkan kepuasan tinggi dengan intervensi. Kesimpulan: Distraksi audio-visual efektif menurunkan nyeri pasca tonsilektomi pada anak dan dapat diintegrasikan dalam protokol asuhan keperawatan pediatrik.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-17