Manajemen Nyeri Non-Farmakologis dengan Teknik Distraksi pada Pasien Anak Pasca Tonsilektomi
Abstrak
Latar belakang: Nyeri pasca tonsilektomi pada anak dapat menimbulkan trauma psikologis dan menghambat pemulihan. Pendekatan non-farmakologis seperti teknik distraksi (audio-visual) terbukti efektif untuk menurunkan persepsi nyeri pada anak. Tujuan: menganalisis efektivitas teknik distraksi dengan video animasi terhadap intensitas nyeri pasien anak pasca tonsilektomi. Metode: Quasi-experimental dengan kontrol pada 40 anak usia 5-12 tahun pasca tonsilektomi di RS Mitra (20 intervensi, 20 kontrol). Intervensi: pemutaran video animasi pilihan anak selama 20 menit, 2-4 jam pasca operasi. Kontrol: perawatan standar. Nyeri diukur dengan Wong-Baker Faces Pain Rating Scale pre dan post-intervensi. Analisis Mann-Whitney U test. Hasil: Skor nyeri post-intervensi kelompok intervensi rata-rata 2,4 (sedang) vs kelompok kontrol 5,8 (cukup berat) (p<0,001, effect size r=0,72). Tidak ada efek samping. Anak melaporkan kepuasan tinggi dengan intervensi. Kesimpulan: Distraksi audio-visual efektif menurunkan nyeri pasca tonsilektomi pada anak dan dapat diintegrasikan dalam protokol asuhan keperawatan pediatrik.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2028 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.