Implementasi Early Warning Score (EWS) untuk Deteksi Dini Perburukan Kondisi Pasien di Ruang Rawat Inap
Abstrak
Latar belakang: Perburukan kondisi pasien yang tidak terdeteksi dini di ruang rawat inap menjadi penyebab utama kejadian Code Blue dan transfer tidak terencana ke ICU. Early Warning Score (EWS) merupakan sistem skoring berdasarkan tanda vital yang membantu perawat mendeteksi perburukan kondisi sebelum terjadi henti jantung. Implementasi EWS di Indonesia masih bervariasi. Tujuan: menganalisis efektivitas implementasi EWS terhadap deteksi dini perburukan kondisi pasien. Metode: Quasi-experimental dengan desain time-series pada periode 6 bulan pre-implementasi dan 6 bulan post-implementasi EWS di 4 ruang rawat inap RS Mitra. Subjek: 1.248 pasien dewasa. Pelatihan EWS untuk 56 perawat sebelum implementasi. Outcome: angka Code Blue, transfer tidak terencana ICU, dan time to escalation. Analisis Chi-square dan independent t-test. Hasil: Angka Code Blue menurun dari 8,2 per 1000 pasien menjadi 3,4 per 1000 pasien (penurunan 58,5%, p<0,001). Transfer tidak terencana ICU menurun dari 15,4 menjadi 7,8 per 1000 pasien (p<0,001). Time to escalation rata-rata berkurang dari 142 menit menjadi 64 menit (p<0,001). Kepatuhan perawat dalam pengisian EWS mencapai 94,2%. Kesimpulan: Implementasi EWS secara signifikan meningkatkan deteksi dini perburukan kondisi pasien dan mengurangi kejadian Code Blue.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2028 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.