Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre-Operasi Bedah Mayor
Abstrak
Latar belakang: Pasien pre-operasi bedah mayor umumnya mengalami kecemasan tingkat sedang sampai berat (60-80%) yang dapat meningkatkan kebutuhan anestesi, memperpanjang waktu pemulihan, dan berdampak negatif pada outcome pembedahan. Aromaterapi lavender (Lavandula angustifolia) merupakan terapi komplementer non-farmakologis dengan efek ansiolitik yang aman dan murah. Tujuan: menganalisis pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pasien pre-operasi bedah mayor. Metode: Quasi-experimental pre-post design with control group pada 60 pasien pre-operasi (30 intervensi, 30 kontrol) di Ruang Bedah RS Mitra dengan consecutive sampling. Intervensi: inhalasi minyak esensial lavender 100% murni 3 tetes pada tissue selama 10 menit, 30 menit sebelum operasi. Kelompok kontrol mendapat perawatan standar. Kecemasan diukur menggunakan State-Trait Anxiety Inventory (STAI-S) pre dan post-intervensi. Analisis paired t-test dan independent t-test. Hasil: Penurunan signifikan skor STAI-S pada kelompok intervensi dari rata-rata 52,4 ke 36,8 (penurunan 15,6 poin, p<0,001), sedangkan kelompok kontrol turun dari 51,8 ke 48,2 (penurunan 3,6 poin, p=0,082). Perbedaan antar kelompok post-intervensi sangat signifikan (p<0,001) dengan effect size Cohen d=1,84 (very large). Kesimpulan: Aromaterapi lavender efektif menurunkan kecemasan pasien pre-operasi bedah mayor dan dapat diintegrasikan dalam asuhan keperawatan pre-operasi.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2028 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.