Konsumsi Seledri (Apium graveolens) untuk Penurunan Tekanan Darah Lansia Hipertensi: Tinjauan Literatur

Penulis

  • Indah Maharani Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Ferdinand Tobing Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Sukma Wijayanti Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Seledri (Apium graveolens) telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai antihipertensi. Penelitian modern mulai mengkonfirmasi mekanisme aktif berupa 3-n-butylphthalide yang berfungsi sebagai calcium channel blocker alami. Tujuan: meninjau bukti ilmiah efektivitas konsumsi seledri sebagai terapi komplementer hipertensi lansia. Metode: Tinjauan literatur dengan pendekatan SANRA. Pencarian database PubMed, ScienceDirect, Garuda periode 2018-2025 dengan kata kunci celery, Apium graveolens, hypertension, blood pressure. 19 artikel memenuhi kriteria inklusi (RCT, quasi-experimental, in vivo studies). Hasil: 14 dari 19 studi menunjukkan penurunan signifikan tekanan darah dengan konsumsi seledri (jus, ekstrak, atau seledri segar) selama 2-12 minggu. Penurunan rata-rata TD sistolik 8-15 mmHg dan diastolik 5-10 mmHg. Dosis optimal: 150-250 ml jus segar 2x/hari atau 1000 mg ekstrak 3x/hari. Mekanisme: vasodilatasi via inhibition of calcium channels, diuretic effect, antioksidan. Efek samping minimal: hipokalemia mild pada 5% kasus. Tidak rekomendasikan untuk pasien dengan gagal ginjal atau alergi seledri. Kesimpulan: Seledri merupakan terapi komplementer yang aman dan efektif untuk hipertensi lansia stage 1.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-14