Modern Dressing dengan Hydrocolloid pada Penyembuhan Luka Diabetik Derajat II

Penulis

  • Vina Anggraeni Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Reza Pratama Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Tuti Susanti Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Luka diabetik kronis menyebabkan amputasi pada 15-25% pasien DM. Modern dressing dengan hydrocolloid memberikan lingkungan moist wound healing yang optimal dibanding dressing konvensional. Tujuan: membandingkan efektivitas hydrocolloid dengan kassa konvensional pada penyembuhan luka diabetik derajat II Wagner. Metode: Quasi-experimental dengan kelompok kontrol non-equivalent pada 40 pasien luka diabetik derajat II di Klinik Luka RS Mitra. Kelompok intervensi (n=20) menggunakan hydrocolloid (diganti setiap 3 hari); kelompok kontrol (n=20) kassa konvensional dengan povidone-iodine (diganti setiap hari). Pengukuran luka dengan Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT) setiap minggu selama 8 minggu. Analisis independent t-test dan Mann-Whitney U. Hasil: Penurunan skor BWAT kelompok hydrocolloid lebih cepat (rata-rata 24 poin) dibanding kontrol (15 poin), p<0,001. Waktu epitelisasi: hydrocolloid 5,2 minggu vs kontrol 7,8 minggu (p<0,001). Frekuensi penggantian dressing: hydrocolloid 2,3x/minggu vs kontrol 7x/minggu. Tidak ada kejadian infeksi pada kelompok hydrocolloid (vs 3 pada kontrol). Kesimpulan: Modern dressing hydrocolloid lebih efektif dalam penyembuhan luka diabetik derajat II dengan keuntungan tambahan frekuensi penggantian lebih jarang.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-14