Modern Dressing dengan Hydrocolloid pada Penyembuhan Luka Diabetik Derajat II
Abstrak
Latar belakang: Luka diabetik kronis menyebabkan amputasi pada 15-25% pasien DM. Modern dressing dengan hydrocolloid memberikan lingkungan moist wound healing yang optimal dibanding dressing konvensional. Tujuan: membandingkan efektivitas hydrocolloid dengan kassa konvensional pada penyembuhan luka diabetik derajat II Wagner. Metode: Quasi-experimental dengan kelompok kontrol non-equivalent pada 40 pasien luka diabetik derajat II di Klinik Luka RS Mitra. Kelompok intervensi (n=20) menggunakan hydrocolloid (diganti setiap 3 hari); kelompok kontrol (n=20) kassa konvensional dengan povidone-iodine (diganti setiap hari). Pengukuran luka dengan Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT) setiap minggu selama 8 minggu. Analisis independent t-test dan Mann-Whitney U. Hasil: Penurunan skor BWAT kelompok hydrocolloid lebih cepat (rata-rata 24 poin) dibanding kontrol (15 poin), p<0,001. Waktu epitelisasi: hydrocolloid 5,2 minggu vs kontrol 7,8 minggu (p<0,001). Frekuensi penggantian dressing: hydrocolloid 2,3x/minggu vs kontrol 7x/minggu. Tidak ada kejadian infeksi pada kelompok hydrocolloid (vs 3 pada kontrol). Kesimpulan: Modern dressing hydrocolloid lebih efektif dalam penyembuhan luka diabetik derajat II dengan keuntungan tambahan frekuensi penggantian lebih jarang.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.