Stigma dan Kualitas Hidup Orang dengan HIV/AIDS (ODHA): Tinjauan Sistematis
Abstrak
Latar belakang: Stigma masih merupakan hambatan utama bagi ODHA dalam mengakses pelayanan kesehatan dan mencapai kualitas hidup optimal. Pemahaman dampak stigma pada kualitas hidup penting untuk pengembangan intervensi keperawatan yang sensitif. Tujuan: meninjau secara sistematis hubungan stigma dengan kualitas hidup ODHA. Metode: Systematic review mengikuti pedoman PRISMA 2020. Pencarian database PubMed, ScienceDirect, Wiley, Scopus, Garuda periode 2019-2025. Kata kunci: HIV/AIDS, stigma, quality of life. Critical appraisal dengan JBI Tool. 28 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Stigma (perceived, internalized, enacted) konsisten berhubungan negatif dengan kualitas hidup ODHA di semua domain (fisik, psikologis, sosial, spiritual). Internalized stigma menunjukkan hubungan paling kuat dengan kualitas hidup buruk (r=-0,62 to -0,78). Mediator: depresi, harga diri rendah, kurangnya dukungan sosial. Intervensi anti-stigma yang terbukti efektif: psikoedukasi, cognitive restructuring, support group, dan keterampilan komunikasi. Kesimpulan: Stigma berhubungan kuat dengan penurunan kualitas hidup ODHA. Intervensi keperawatan anti-stigma harus mengatasi semua jenis stigma melalui pendekatan multi-tingkat (individu, keluarga, masyarakat).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.