Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Paru dengan Pendampingan Pengawas Menelan Obat (PMO)
Abstrak
Latar belakang: Tuberkulosis paru (TB) masih merupakan masalah kesehatan global. Indonesia menempati peringkat ke-3 dunia dengan beban TB tertinggi. Kepatuhan minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) selama 6 bulan menjadi tantangan dan menentukan keberhasilan terapi. Strategi DOTS dengan Pengawas Menelan Obat (PMO) telah diimplementasikan tetapi efektivitasnya bervariasi. Tujuan: menganalisis hubungan pendampingan PMO dengan kepatuhan minum obat pasien TB paru. Metode: Cross-sectional analitik pada 78 pasien TB paru fase intensif di Puskesmas Tanjung Priok dengan total sampling. Variabel: keberadaan PMO, frekuensi pendampingan, dukungan PMO; outcome: kepatuhan minum obat (Morisky Medication Adherence Scale, MMAS-8). Analisis Chi-square dan logistic regression. Hasil: 71,8% pasien dengan PMO patuh tinggi vs 41,4% tanpa PMO (p<0,001, OR=3,68 CI 1,47-9,21). Frekuensi pendampingan harian berhubungan signifikan dengan kepatuhan (p=0,002). Setelah dikontrol usia dan tingkat pendidikan, dukungan PMO tetap signifikan (aOR=3,12 CI 1,18-8,27). Kesimpulan: Pendampingan PMO meningkatkan kepatuhan minum obat pasien TB paru secara signifikan dan tetap merupakan strategi efektif yang harus dipertahankan dan dioptimalkan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.