Skrining Malnutrisi dan Risiko Sarkopenia Lansia Panti Menggunakan MNA-SF dan SARC-F serta Pengaruh Bundle Fortifikasi Protein dan Latihan Resistensi

Penulis

  • Retno Wulandari Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Bambang Sutrisno Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Dewi Hapsari Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Malnutrisi dan sarkopenia merupakan masalah geriatri yang saling berkaitan dan sering luput terdeteksi pada lansia panti werdha, sehingga meningkatkan risiko jatuh, kelemahan, dan mortalitas. Tujuan: Mengidentifikasi prevalensi risiko malnutrisi dan sarkopenia serta menguji pengaruh bundle fortifikasi protein dan latihan resistensi terhadap status gizi dan kekuatan otot lansia. Metode: Penelitian quasi-experiment one-group pretest-posttest pada 148 lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 Cipayung, Jakarta Timur, dipilih secara total sampling. Skrining menggunakan Mini Nutritional Assessment-Short Form (MNA-SF), kuesioner SARC-F, dan handgrip dynamometry (Jamar). Bundle intervensi 12 minggu meliputi fortifikasi protein 1,2 g/kgBB/hari dan latihan resistensi tiga kali seminggu. Analisis menggunakan uji paired t-test dan Wilcoxon. Hasil: Pada baseline, 58,1% lansia berisiko malnutrisi/malnutrisi dan 44,6% berisiko sarkopenia (SARC-F skor >=4). Setelah intervensi, skor MNA-SF meningkat dari 9,2+-1,6 menjadi 11,7+-1,8 (p<0,001), kekuatan genggaman pria naik dari 23,6 menjadi 27,1 kg dan wanita dari 14,8 menjadi 17,3 kg (p<0,001), serta skor SARC-F menurun dari 4,8+-2,1 menjadi 3,1+-1,7 (p<0,001). Simpulan: Bundle fortifikasi protein dan latihan resistensi secara bermakna memperbaiki status gizi dan kekuatan otot lansia panti. Integrasi skrining MNA-SF dan SARC-F direkomendasikan sebagai asuhan keperawatan gerontik rutin.

Diterbitkan

2031-06-15