Integrasi Komponen Kekhawatiran Orang Tua pada Pediatric Early Warning Score (PEWS) terhadap Deteksi Dini Perburukan Klinis Anak melalui Jalur Eskalasi Diaktivasi Keluarga

Penulis

  • Sri Rahayu Wahyuni Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Dwi Anggara Pratama Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Maria Hutapea Simanjuntak Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Perburukan klinis pada anak yang dirawat seringkali didahului oleh perubahan halus yang luput dari pemantauan tanda vital rutin, sementara kekhawatiran orang tua yang mengenal pola perilaku anaknya kerap muncul lebih awal namun tidak terdokumentasi secara terstruktur. Sistem deteksi dini yang hanya mengandalkan skor tanda vital berisiko mengabaikan sinyal dini ini. Tujuan: Menganalisis pengaruh integrasi komponen kekhawatiran orang tua ke dalam Pediatric Early Warning Score (PEWS) usia-spesifik melalui jalur eskalasi diaktivasi keluarga terhadap ketepatan deteksi dini perburukan klinis anak. Metode: Penelitian kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control group di Ruang Rawat Inap Anak RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Sebanyak 124 anak usia 1 bulan-12 tahun dibagi menjadi kelompok intervensi (n=62) dan kelompok kontrol (n=62) secara consecutive sampling. Kelompok intervensi dipantau menggunakan PEWS usia-spesifik (komponen perilaku, kardiovaskular, respirasi; rentang 0-9; ambang aktivasi >=4) yang dilengkapi jalur eskalasi diaktivasi keluarga, yaitu mekanisme terstruktur agar orang tua dapat memicu penilaian ulang perawat saat merasa kondisi anaknya memburuk; kelompok kontrol memakai PEWS standar tanpa jalur tersebut. Instrumen berupa lembar PEWS terstandar, formulir kekhawatiran orang tua, dan lembar audit eskalasi. Analisis menggunakan uji chi-square dan independent t-test. Hasil: Ketepatan deteksi dini perburukan meningkat dari 54,8% menjadi 87,1% pada kelompok intervensi (p=0,001). Rerata waktu hingga penilaian ulang lebih singkat pada kelompok intervensi (38,4+-9,7 menit) dibanding kontrol (71,2+-15,3 menit; p<0,001). Pada kelompok intervensi, 28,2% eskalasi dini dipicu langsung oleh kekhawatiran orang tua sebelum skor tanda vital mencapai ambang. Transfer tidak terencana ke PICU menurun dari 17,7% menjadi 6,5% (p=0,041). Simpulan: Integrasi komponen kekhawatiran orang tua pada PEWS melalui jalur eskalasi diaktivasi keluarga meningkatkan ketepatan deteksi dini, mempercepat penilaian ulang, dan menangkap sinyal perburukan yang tidak terdeteksi oleh skor tanda vital semata.

Diterbitkan

2031-06-15