Pengaruh Pelatihan C-SSRS Versi Indonesia dan Safety Planning Intervention terhadap Kompetensi Skrining Risiko Bunuh Diri dan Kepatuhan Dokumentasi Safety Plan Perawat IGD
Abstrak
Latar belakang: Pasien dengan ide dan percobaan bunuh diri yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) sering tidak terskrining secara sistematis karena keterbatasan instrumen baku dan kompetensi perawat. Columbia Suicide Severity Rating Scale (C-SSRS) versi Indonesia dan Safety Planning Intervention (SPI) Stanley-Brown merupakan pendekatan berbasis bukti untuk deteksi dini dan manajemen krisis. Tujuan: Menganalisis pengaruh pelatihan C-SSRS dan SPI terhadap kompetensi skrining risiko bunuh diri dan kepatuhan dokumentasi safety plan. Metode: Penelitian kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control group melibatkan 124 perawat (62 intervensi, 62 kontrol) di IGD dan poli jiwa RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Kelompok intervensi menerima pelatihan dua hari disertai pendampingan delapan minggu. Kompetensi diukur dengan kuesioner tervalidasi dan observasi OSCE, sedangkan kepatuhan dokumentasi dinilai melalui audit rekam medis terhadap kelengkapan enam langkah SPI. Analisis menggunakan uji t berpasangan, t independen, dan chi-square. Hasil: Skor kompetensi kelompok intervensi meningkat dari 58,7±9,4 menjadi 81,3±7,6 (p<0,001), sedangkan kelompok kontrol relatif tetap (59,1±8,8 menjadi 61,4±8,5; p=0,118). Kepatuhan dokumentasi safety plan meningkat dari 24,2% menjadi 87,1% pada kelompok intervensi (p<0,001), jauh melampaui kontrol (25,8% menjadi 30,6%). Selisih skor antar-kelompok pascauji bermakna (p<0,001). Simpulan: Pelatihan C-SSRS versi Indonesia dan SPI Stanley-Brown efektif meningkatkan kompetensi skrining dan kepatuhan dokumentasi safety plan, sehingga direkomendasikan menjadi standar prosedur di IGD.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2031 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.