Pengaruh Range of Motion (ROM) Aktif terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi di Posyandu Lansia
Abstrak
Latar belakang: Hipertensi pada lansia prevalensinya 63% dan menjadi faktor risiko utama stroke. Selain terapi farmakologis, intervensi non-farmakologis seperti latihan fisik direkomendasikan. Range of Motion (ROM) aktif merupakan latihan sederhana, aman, dan dapat dilakukan mandiri oleh lansia. Tujuan: menganalisis pengaruh ROM aktif terhadap tekanan darah lansia hipertensi. Metode: Pre-experimental one group pretest-posttest pada 40 lansia hipertensi (TD sistolik 140-160 mmHg) di Posyandu Lansia Tanjung Priok dengan purposive sampling. Intervensi: ROM aktif 30 menit, 3x/minggu, selama 4 minggu di bawah supervisi peneliti dan kader posyandu. Pengukuran tekanan darah dilakukan pre dan post-intervensi menggunakan sphygmomanometer digital terkalibrasi. Analisis paired t-test. Hasil: Penurunan signifikan TD sistolik rata-rata dari 152,4 mmHg ke 138,8 mmHg (penurunan 13,6 mmHg, p<0,001) dan TD diastolik dari 92,3 mmHg ke 84,7 mmHg (penurunan 7,6 mmHg, p<0,001). Tidak ada kejadian efek samping yang dilaporkan. Kesimpulan: ROM aktif 4 minggu efektif menurunkan tekanan darah lansia hipertensi secara signifikan dan aman.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.