Penerapan Gugging Swallowing Screen (GUSS) untuk Skrining Disfagia dan Pencegahan Pneumonia Aspirasi pada Pasien Stroke Akut di Bangsal Neurologi
Abstrak
Latar belakang: Disfagia terjadi pada lebih dari separuh pasien stroke akut dan merupakan faktor risiko utama pneumonia aspirasi yang meningkatkan lama rawat dan mortalitas. Skrining menelan bedside yang dilakukan perawat sebelum pemberian asupan oral pertama terbukti menurunkan risiko tersebut, namun pelaksanaannya di Indonesia belum konsisten. Tujuan: Menganalisis pengaruh penerapan Gugging Swallowing Screen (GUSS) terhadap kepatuhan dokumentasi status puasa (NPO) dan insiden pneumonia aspirasi pada pasien stroke akut. Metode: Penelitian kuasi-eksperimen dengan rancangan pre-post tanpa kelompok kontrol terhadap 124 pasien stroke akut yang dirawat di bangsal neurologi RSUD Tarakan Jakarta Pusat. Intervensi berupa skrining GUSS tiga tahap di sisi tempat tidur (uji menelan tidak langsung, uji langsung tekstur semipadat, cair, dan padat) dengan interpretasi skor 0-20, disertai form audit dokumentasi NPO dan penundaan diet oral. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan McNemar. Hasil: Insiden pneumonia aspirasi menurun dari 21,8% sebelum intervensi menjadi 8,1% setelah intervensi (p=0,003). Kepatuhan dokumentasi NPO meningkat dari 54,8% menjadi 91,9% (p<0,001), dan ketepatan penentuan rekomendasi diet meningkat dari 58,3% menjadi 89,6% (p<0,001). Simpulan: Penerapan GUSS secara bermakna meningkatkan kepatuhan dokumentasi NPO dan menurunkan insiden pneumonia aspirasi sehingga layak dijadikan prosedur baku skrining disfagia di bangsal neurologi.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2031 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.