Pelatihan Kader Deteksi Dini Penyimpangan Tumbuh Kembang Balita dengan DDST-II di 12 Posyandu Jakarta Utara: Pre-Post Evaluation
Abstrak
Latar belakang: Penyimpangan tumbuh kembang balita yang terdeteksi dini memiliki prognosis intervensi jauh lebih baik, namun cakupan skrining perkembangan di posyandu masih rendah (<30%) karena keterbatasan kompetensi kader. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas pelatihan kader dalam deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang menggunakan DDST-II (Denver Developmental Screening Test) dan KPSP. Metode: Pre-post evaluation pada 96 kader dari 12 posyandu Jakarta Utara dengan pelatihan 3 hari (teori perkembangan motorik kasar-halus, bahasa, personal-sosial; praktik DDST-II dan KPSP; alur rujukan) + pendampingan 3 bulan. Hasil: Pengetahuan kader naik 41 poin (44โ85, p<0,001). Keterampilan skrining (observasi terstruktur) 31%โ82% kompeten. Cakupan skrining perkembangan balita di 12 posyandu naik dari 24% menjadi 71%. Terdeteksi 28 balita suspek penyimpangan (9 motorik, 12 bahasa, 7 personal-sosial) โ seluruhnya terrujuk ke puskesmas. Simpulan: Pelatihan terstruktur + pendampingan efektif meningkatkan kompetensi kader dan cakupan deteksi dini tumbuh kembang di posyandu.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2031 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.