Efektivitas Pijat Oksitosin dan Edukasi Manajemen Laktasi terhadap Produksi ASI Ibu Post-Partum: RCT di 5 Puskesmas PONED Jakarta
Abstrak
Latar belakang: Persepsi ASI tidak cukup adalah alasan utama kegagalan ASI eksklusif di Indonesia (cakupan baru 68%). Pijat oksitosin merangsang refleks let-down namun belum rutin diterapkan di layanan primer. Tujuan: Menguji efektivitas kombinasi pijat oksitosin dan edukasi manajemen laktasi terhadap produksi ASI. Metode: RCT pada 156 ibu post-partum normal di 5 puskesmas PONED Jakarta, follow-up 4 minggu. Intervensi: pijat oksitosin 2x/hari (dilatih ke suami/keluarga) + edukasi manajemen laktasi (posisi-perlekatan, frekuensi menyusui, breast care, manajemen bengkak). Kontrol: edukasi standar. Hasil: Volume ASI perah hari ke-14 rata-rata 92 ml vs 58 ml (p<0,001). Onset laktogenesis II lebih cepat 11 jam. ASI eksklusif 4 minggu 91% vs 72% (p=0,003). Kepercayaan diri menyusui (BSES-SF) +12 poin. Keterlibatan suami dalam pijat oksitosin 84%. Simpulan: Pijat oksitosin yang melibatkan keluarga dikombinasi edukasi laktasi efektif meningkatkan produksi ASI dan keberhasilan ASI eksklusif.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2031 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.