Skrining 4AT dan Intervensi Multikomponen HELP terhadap Insidens Delirium Lansia Rawat Inap: Quasi-Experimental di 3 RS Jakarta

Penulis

  • Ruth Simatupang Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Danang Prasetyo Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Lidya Hutabarat Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Delirium dialami 18-35% lansia rawat inap dan sering tidak terdeteksi (underdiagnosed hingga 60%), berdampak pada mortalitas, lama rawat, dan penurunan kognitif menetap. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas skrining rutin 4AT dan intervensi multikomponen berbasis Hospital Elder Life Program (HELP) terhadap insidens delirium. Metode: Quasi-experimental 6 bulan pada 248 lansia (>=65 tahun) rawat inap di 3 RS Jakarta (RSUD Koja, RS Atma Jaya, RSUP Fatmawati). Intervensi: skrining 4AT tiap shift + protokol HELP (orientasi ulang terjadwal, mobilisasi dini, higiene tidur, koreksi sensorik kacamata/alat bantu dengar, hidrasi-nutrisi, review polifarmasi). Hasil: Insidens delirium turun dari 27,4% menjadi 13,7% (RRR=50%, p<0,001). Deteksi dini delirium meningkat 38%→86%. Lama rawat berkurang 2,6 hari, penggunaan restraint turun 64%, kepuasan keluarga meningkat. Simpulan: Kombinasi skrining 4AT dan intervensi HELP efektif menurunkan insidens delirium lansia rawat inap dan layak diadopsi sebagai protokol standar bangsal geriatri.

Diterbitkan

2031-06-15