Pengaruh Konseling KB Pasca-Salin berbasis Decision Aid terhadap Pemilihan Kontrasepsi Jangka Panjang: RCT di 6 Puskesmas PONED Jakarta
Abstrak
Latar belakang: Unmet need KB pasca-salin di Indonesia mencapai 32%, berkontribusi pada kehamilan tidak direncanakan dan jarak kelahiran pendek. Konseling konvensional kurang memfasilitasi pengambilan keputusan informed. Tujuan: Menguji efektivitas konseling KB pasca-salin berbasis decision aid terhadap pemilihan kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Metode: RCT pada 180 ibu hamil trimester III di 6 puskesmas PONED Jakarta, di-follow-up sampai 6 minggu pasca-salin. Intervensi: konseling KB menggunakan decision aid (kartu bergambar metode kontrasepsi, efektivitas, efek samping, kesesuaian menyusui) 2 sesi (antenatal + postpartum). Kontrol: konseling KB standar. Instrumen: Decisional Conflict Scale (DCS), pemilihan & penggunaan MKJP (IUD, implan), kepuasan keputusan. Hasil: Penggunaan MKJP pasca-salin 58% (intervensi) vs 31% (kontrol), p<0,001. Decisional Conflict Scale -22 poin (keputusan lebih mantap). Kepuasan keputusan 92% vs 68%. Pengetahuan kontrasepsi +36 poin. Continuation rate 6 minggu 94% vs 79%. Simpulan: Konseling KB pasca-salin berbasis decision aid efektif meningkatkan pemilihan MKJP dan kualitas pengambilan keputusan kontrasepsi.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2031 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.