Efektivitas Edukasi Warning Signs DBD dan Manajemen Cairan terhadap Keterlambatan Rujukan: Studi Quasi-Experimental di 10 Posyandu Jakarta Timur
Abstrak
Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemik Indonesia dengan case fatality rate yang dipengaruhi keterlambatan rujukan. Pengenalan warning signs dan manajemen cairan awal oleh keluarga sangat menentukan outcome. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas edukasi warning signs DBD dan manajemen cairan terhadap pengetahuan keluarga dan keterlambatan rujukan. Metode: Quasi-experimental 4 bulan pada 320 ibu/pengasuh di 10 posyandu Jakarta Timur (wilayah endemik DBD). Intervensi: edukasi 3 sesi (fase DBD, warning signs WHO, manajemen demam, pemberian cairan oral, kapan ke RS) + kartu monitor DBD + simulasi. Instrumen: kuesioner pengetahuan warning signs, sikap, dan dokumentasi keterlambatan rujukan. Hasil: Pengetahuan warning signs naik 44 poin (38→82, p<0,001). Kemampuan identifikasi warning signs (perdarahan, nyeri perut hebat, muntah persisten, letargi) 91% vs 43% baseline. Keterlambatan rujukan (>6 jam setelah warning sign) turun dari 58% menjadi 19%. Praktik pemberian cairan adekuat 86% vs 41%. Simpulan: Edukasi warning signs DBD efektif meningkatkan pengetahuan keluarga dan menurunkan keterlambatan rujukan, berpotensi menurunkan mortalitas DBD.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2031 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.