Hubungan Postur Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Perawat: Analisis REBA di 5 RS Tipe B Jakarta
Abstrak
Latar belakang: Perawat berisiko tinggi mengalami Musculoskeletal Disorders (MSDs) akibat aktivitas mengangkat pasien, postur statis, dan beban kerja fisik. Prevalensi MSDs perawat Indonesia mencapai 73%. Tujuan: Menganalisis hubungan postur kerja dengan keluhan MSDs dan mengevaluasi intervensi ergonomi. Metode: Studi cross-sectional + intervensi pada 268 perawat di 5 RS tipe B Jakarta. Tahap 1: analisis postur kerja Rapid Entire Body Assessment (REBA) + Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ). Tahap 2: intervensi pelatihan body mechanics + penggunaan alat bantu (patient lifter, transfer board) + senam peregangan. Hasil: Korelasi positif signifikan skor REBA-keluhan MSDs (r=0,64, p<0,001). Keluhan terbanyak: punggung bawah (78%), bahu (61%), leher (54%). Pasca-intervensi: skor REBA turun dari 9,2 menjadi 5,1, keluhan MSDs berkurang 42%, penggunaan alat bantu naik 58%. Simpulan: Postur kerja berkorelasi kuat dengan MSDs; intervensi ergonomi efektif menurunkan keluhan dan memperbaiki postur kerja perawat.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2031 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.