Efektivitas Perawatan Luka Modern dengan Madu Manuka pada Ulkus Diabetik Grade II-III: RCT di 3 Klinik Luka Jakarta

Penulis

  • Robby Simangunsong Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Melati Hasibuan Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Yohanes Damanik Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Ulkus diabetik (diabetic foot ulcer/DFU) merupakan komplikasi serius DM dengan tingkat amputasi 15-20%. Dressing konvensional memiliki keterbatasan dalam mengelola eksudat dan biofilm. Tujuan: Menguji efektivitas madu Manuka UMF 15+ terhadap penyembuhan ulkus diabetik. Metode: RCT 12 minggu pada 144 pasien DFU Grade II-III (Wagner) di 3 klinik luka Jakarta. Intervensi: dressing madu Manuka UMF 15+ vs hydrocolloid standar, dengan debridemen dan offloading. Instrumen: Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT), persentase penyembuhan luka, waktu epitelisasi. Hasil: Penyembuhan komplit minggu-12: 71% (Manuka) vs 48% (kontrol), p=0,003. Pengurangan luas luka rata-rata 84% vs 61%. Waktu epitelisasi median 6,2 minggu vs 9,1 minggu (p<0,001). Skor BWAT turun 24 poin vs 15 poin. Infeksi sekunder 8% vs 21%. Simpulan: Madu Manuka UMF 15+ lebih efektif daripada hydrocolloid standar dalam penyembuhan ulkus diabetik Grade II-III.

Diterbitkan

2031-06-15