Skrining dan Intervensi Dini Depresi Postpartum berbasis EPDS oleh Perawat Komunitas: RCT di 8 Puskesmas Jakarta Selatan

Penulis

  • Grace Panjaitan Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Indah Kusuma Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Stevanus Halim Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Prevalensi depresi postpartum di Indonesia 14-22% namun underdiagnosed karena minim skrining rutin. Depresi postpartum berdampak pada bonding ibu-bayi, ASI, dan perkembangan anak. Tujuan: Menguji efektivitas program skrining EPDS + intervensi dini oleh perawat komunitas. Metode: RCT 6 bulan pada 192 ibu postpartum (2-12 minggu) di 8 puskesmas Jakarta Selatan. Intervensi: skrining Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) + konseling suportif 4 sesi + rujukan terstruktur untuk skor tinggi. Kontrol: layanan postpartum standar. Hasil: Deteksi dini depresi postpartum 94% (intervensi) vs 31% (kontrol). Skor EPDS pada bulan-3: 6,2 vs 11,8 (p<0,001). Tingkat ASI eksklusif 78% vs 54%. Bonding (PBQ) membaik 16 poin. Rujukan tepat waktu ke psikiatri 89%. Simpulan: Skrining EPDS oleh perawat komunitas efektif untuk deteksi dan intervensi dini depresi postpartum.

Diterbitkan

2031-06-15