Efektivitas Edukasi Pre-Operative dengan Video Animasi 3D terhadap Kecemasan Anak Pre-Surgery: RCT pada 96 Anak di 2 RS Anak Jakarta
Abstrak
Latar belakang: Kecemasan pre-operasi anak (6-12 tahun) mencapai mYPAS 75-90 dan berkorelasi dengan emergence delirium pasca-anestesi, peningkatan nyeri, dan trauma psikologis. Edukasi konvensional verbal kurang efektif untuk anak. Tujuan: Menguji efektivitas video animasi 3D pre-operative terhadap kecemasan. Metode: RCT 5 bulan pada 96 anak (6-12 tahun) pre-elective surgery di RSAB Harapan Kita dan RS Anak Bunda. Intervensi: video animasi 3D 8 menit "Petualangan Pio di RS" (karakter anak menjalani pre-op, anestesi induksi, ruang operasi, recovery) diputar H-1 operasi + booklet activity. Kontrol: edukasi verbal standar. Instrumen: modified Yale Preoperative Anxiety Scale (mYPAS), Children Hospital Fear Scale, kecemasan orang tua STAI. Hasil: mYPAS pre-induction 38,4 (video) vs 64,2 (kontrol), p<0,001. Emergence delirium PAED 6,2 vs 13,8 (p<0,001). Nyeri Wong-Baker post-op H+1 2,8 vs 4,9. Kecemasan orang tua STAI -11 poin. Tingkat kooperasi induksi anestesi 91% vs 64%. Simpulan: Video animasi 3D pre-operative sangat efektif menurunkan kecemasan anak pre-surgery dan layak diintegrasikan ke prosedur rutin RS anak.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2031 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.