Implementasi Advance Directives dalam End-of-Life Care di RS Kanker Dharmais Jakarta: Studi Mixed-Method 12 Bulan pada Pasien Terminal
Abstrak
Latar belakang: End-of-Life Care (EoLC) di Indonesia sering tanpa Advance Directives (AD), menyebabkan over-treatment dan distres keluarga. UU Kesehatan 2023 mendukung AD namun implementasinya masih terbatas. Tujuan: Mengeksplorasi implementasi AD dan dampaknya terhadap quality of dying serta kepuasan keluarga. Metode: Mixed-method 12 bulan pada 78 pasien kanker stadium IV di RS Kanker Dharmais Jakarta. Komponen: pengembangan SOP AD adaptasi Indonesia, training tim paliatif, dokumentasi AD via konsultasi struktur 3 sesi, evaluasi Quality of Dying and Death (QODD) instrument, focus group keluarga (n=24). Hasil: 67% pasien menyelesaikan AD lengkap (vs benchmark 18% historis). QODD score 76,2 (vs 51,4 kontrol historis, p<0,001). Kepuasan keluarga (FAMCARE-2) +24 poin. Penggunaan ICU futile berkurang 58%. Tema kualitatif: pemberdayaan pasien, redefinisi peran keluarga, ketenangan akhir hayat. Simpulan: Implementasi AD efektif meningkatkan kualitas EoLC dan layak diadopsi di RS rujukan kanker Indonesia.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2031 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.