Pengaruh Skin-to-Skin Contact Early Initiation terhadap Bonding Ibu-Bayi BBLR: Studi Quasi-Experimental di 3 NICU RS Tipe A Jakarta

Penulis

  • Friska Hutapea Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Maharani Saputri Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Cindy Yulindra Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Latar belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di NICU sering mengalami separasi awal dari ibu yang mengganggu bonding dan menunda menyusui. Tujuan: Mengevaluasi pengaruh skin-to-skin contact (SSC) early initiation terhadap bonding ibu-bayi BBLR. Metode: Quasi-experimental 6 bulan pada 120 dyad ibu-bayi BBLR (BB 1500-2499 g) di 3 NICU RS tipe A Jakarta (RSAB Harapan Kita, RSCM, RSUP Fatmawati). Intervensi: SSC 60 menit/hari selama 7 hari pertama pasca-lahir. Instrumen: Mother-Infant Bonding Inventory (MIBI), waktu inisiasi ASI eksklusif, kenaikan berat badan. Hasil: Skor MIBI intervensi 76,4 vs 52,1 kontrol (p<0,001). Inisiasi ASI eksklusif 89% vs 64% (p=0,002). Kenaikan BB rata-rata 18,4 g/hari vs 12,2 g/hari. Lama rawat NICU berkurang 3,8 hari (p=0,008). Simpulan: SSC early initiation efektif tingkatkan bonding, ASI eksklusif, dan outcome klinis BBLR.

Diterbitkan

2031-06-15