Pemberdayaan Keluarga dalam DOTS-Plus untuk Kepatuhan Pengobatan TB-MDR: Studi Cohort 18 Bulan di 6 Puskesmas Jakarta Timur
Abstrak
Latar belakang: TB-MDR (Multi-Drug Resistant Tuberculosis) memerlukan pengobatan 18-24 bulan dengan tingkat drop-out 32% di Indonesia. Pemberdayaan keluarga sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO) berbasis DOTS-Plus belum optimal diadaptasi konteks urban. Tujuan: Menganalisis dampak intervensi pemberdayaan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan TB-MDR. Metode: Cohort prospektif 18 bulan pada 126 pasien TB-MDR + 126 PMO keluarga di 6 puskesmas Jakarta Timur. Intervensi: edukasi mingguan 8 sesi + home visit 2-mingguan + WhatsApp support group. Kontrol: standar DOTS biasa. Hasil: Tingkat kepatuhan (MMAS-8 >=6) 87,3% (intervensi) vs 64,1% (kontrol), p<0,001. Konversi sputum bulan-6 91% vs 73%. Cure rate akhir 78% vs 52%. Drop-out 9,5% vs 28,6%. Simpulan: Pemberdayaan keluarga via DOTS-Plus efektif tingkatkan outcome TB-MDR.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2031 Jurnal Keperawatan YUKI

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.