Burnout Syndrome dan Resiliensi Perawat IGD di RS Tipe A Jakarta: Analisis Faktor Risiko dan Strategi Coping Pasca-Pandemi

Penulis

  • Maria Goretti Pratiwi Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Bambang Hartono Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal
  • Sri Wahyuni Lestari Akademi Keperawatan Yayasan UKI, Jakarta Manajer Jurnal

Abstrak

Cross-sectional pada 312 perawat IGD di 4 RS tipe A Jakarta (RSCM, RSUP Persahabatan, RSPAD Gatot Soebroto, RSUP Fatmawati). Instrumen: Maslach Burnout Inventory-HSS, CD-RISC-25. Hasil: Prevalensi burnout 47,1%. Faktor risiko: shift >12 jam (OR=3,4; 95%CI 2,1-5,5), beban pasien >10/perawat (OR=2,8), pengalaman <3 tahun (OR=2,1). Resiliensi tinggi protektif (OR=0,3). Strategi coping efektif: dukungan keluarga (β=0,42), mindfulness (β=0,38). Simpulan: Burnout tinggi pada perawat IGD; intervensi peningkatan resiliensi direkomendasikan.

Diterbitkan

2031-06-15